1. konstruktor dan bentuk umum konstruktor
2. penggunaan keyword $this ,extends dan super
3. accses modifier
4. destruktor
5. macam2 exception handling
1.konstruktor adalah method khusus yang akan dijalankan
secara otomatis pada saat sebuah objek dibuat (instansiasi), yakni ketika
perintah “new” dijalankan.
1.
class
namaClass{
2.
3.
NamaClass(){
4.
5.
//statemen;
6.
}
7.
}
2. a.Variabel $this adalah sebuah variabel khusus dalam OOP
PHP yang digunakan sebagai penunjuk kepada objek, ketika kita mengaksesnya dari
dalam class
b.Keyword super biasa digunakan dalam OOP
(Objek Oriented Programing) terutama dalam pewarisan atau Inheritance, keyword
ini berfungsi ketika di subclass, untuk memanggil kembali instan variabel di
superclass apabila dalam method konstruktor
c.Extends sebuah Java Keyword yang digunakan
dalam sebuah deklarasi kelas untuk menentukan superclass,digunakan dalam
deklarasi interface untuk menentukan satu atau lebih superinterfaces.
3. access
modifier adalah batasan dan cara mengakses suatu properti dan/atau fungsi dari
sebuah kelas. Dengan access modifier inilah salah satu tujuan belajar OOP dapat
dicapai yaitu enkapsulasi data. Enkapsulasi data merupakan cara melindungi
atribut/fungsi tertentu dari sebuah kelas agar tidak sembarangan diakses dan
dimodifikasi di suatu bagian program sehingga validitas data bisa terjaga.
4. Destructor (bahasa indonesia: destruktor) adalah method
khusus yang dijalankan secara otomatis pada saat sebuah objek dihapus. Di dalam
PHP, seluruh objek secara otomatis dihapus ketika halaman PHP dimana objek itu
berada selesai diproses. Tetapi kita juga dapat menghapus objek secara manual.
5. Exception adalah
event yang terjadi ketika program menemui kesalahan pada saat instruksi program
dijalankan.
1.
Try – Catch
Untuk penanganan exception, dalam Java
digunakan blok try dan catch. Blok try digunakan untuk menempatkan kode-kode
program Java yang mengandung kode program yang mungkin melemparkan exception.
Blok catch digunakan untuk menempatkan kode-kode program Java yang digunakan
untuk menangani sebuah exception tertentu. Setelah kita tambahkan blok try –
catch untuk mengatasi error yang terjadi, maka program akan menampilkan pesan
error bahwa ada error yang terjadi pada konsol. Sintaks blok try – catch adalah
sebagai berikut :
Try
{
… kode program yang mungkin
menghasilkan exception
}
Catch
{exception xx}{…}
Catch
{exception xx}{…}
Petunjuk Penulisan Program :
Blok catch dimulai setelah kurung kurawal
dari kode try atau catch terkait.
Penulisan kode dalam blok mengikuti
identasi.
2. Multiple
Catch
Untuk multiple catch akan kita gunakan
jika blok try mungkin menimbulkan lebih dari satu exception. Sintaks blok
multiple catch adalah sebagai berikut :
try
{
instruksi-1
instruksi-2
instruksi-3
……… diabaikan
instruksi-n
}
catch(tipe_eksepsi_1
e1)
{
}
catch(tipe_eksepsi_2
e2)
{
}
catch(tipe_eksepsi_3
e3)
{
}
….
catch(tipe_eksepsi_n
en)
{
}
3.
Try – Catch – Finally
Selain try – catch, kita dapat
mendefinisikan blok try – catch dan finally yang memiliki proses yang lebih
lengkap, karena pada finally kita dapat mendefinisikan kode program yang selalu
dieksekusi, baik ada exception yang terjadi maupun bila tidak terjadi exception
sama sekali. Bentuk umum dari blok try-catch-finally adalah sebagai berikut :
Try
{
//tulis pernyataan yang dapat
mengakibatkan exception
//dalam blok ini
}
catch( )
{
//tulis aksi apa dari program Anda
yang dijalankan jika ada
//exception tipe tertentu terjadi
}
. . .
catch( )
{
//tulis aksi apa dari program Anda
yang dijalankan jika ada
//exception tipe tertentu terjadi
}
Finally
{
//tambahkan kode terakhir di sini
}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar