Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Selasa, 10 Mei 2016

1. konstruktor dan bentuk umum konstruktor
2. penggunaan keyword $this ,extends dan super
3. accses modifier
4. destruktor
5. macam2 exception handling
 

1.konstruktor adalah method khusus yang akan dijalankan secara otomatis pada saat sebuah objek dibuat (instansiasi), yakni ketika perintah “new” dijalankan.
1.      class namaClass{
2.       
3.                NamaClass(){
4.       
5.                      //statemen;
6.               }
7.      }

2. a.Variabel $this adalah sebuah variabel khusus dalam OOP PHP yang digunakan sebagai penunjuk kepada objek, ketika kita mengaksesnya dari dalam class

   b.Keyword super biasa digunakan dalam OOP (Objek Oriented Programing) terutama dalam pewarisan atau Inheritance, keyword ini berfungsi ketika di subclass, untuk memanggil kembali instan variabel di superclass apabila dalam method konstruktor

   c.Extends sebuah Java Keyword yang digunakan dalam sebuah deklarasi kelas untuk menentukan superclass,digunakan dalam deklarasi interface untuk menentukan satu atau lebih superinterfaces.   

3. access modifier adalah batasan dan cara mengakses suatu properti dan/atau fungsi dari sebuah kelas. Dengan access modifier inilah salah satu tujuan belajar OOP dapat dicapai yaitu enkapsulasi data. Enkapsulasi data merupakan cara melindungi atribut/fungsi tertentu dari sebuah kelas agar tidak sembarangan diakses dan dimodifikasi di suatu bagian program sehingga validitas data bisa terjaga.

4. Destructor (bahasa indonesia: destruktor) adalah method khusus yang dijalankan secara otomatis pada saat sebuah objek dihapus. Di dalam PHP, seluruh objek secara otomatis dihapus ketika halaman PHP dimana objek itu berada selesai diproses. Tetapi kita juga dapat menghapus objek secara manual.

5.  Exception adalah event yang terjadi ketika program menemui kesalahan pada saat instruksi program dijalankan.
1.      Try – Catch
Untuk penanganan exception, dalam Java digunakan blok try dan catch. Blok try digunakan untuk menempatkan kode-kode program Java yang mengandung kode program yang mungkin melemparkan exception. Blok catch digunakan untuk menempatkan kode-kode program Java yang digunakan untuk menangani sebuah exception tertentu. Setelah kita tambahkan blok try – catch untuk mengatasi error yang terjadi, maka program akan menampilkan pesan error bahwa ada error yang terjadi pada konsol. Sintaks blok try – catch adalah sebagai berikut :


Try
{
… kode program yang mungkin menghasilkan exception
}
Catch
{exception xx}{…}
Catch
{exception xx}{…}

Petunjuk Penulisan Program :
Blok catch dimulai setelah kurung kurawal dari kode try atau catch terkait.
Penulisan kode dalam blok mengikuti identasi.

2.      Multiple Catch
Untuk multiple catch akan kita gunakan jika blok try mungkin menimbulkan lebih dari satu exception. Sintaks blok multiple catch adalah sebagai berikut :

try
{
instruksi-1
instruksi-2
instruksi-3
……… diabaikan
instruksi-n
}
catch(tipe_eksepsi_1 e1)
{
}
catch(tipe_eksepsi_2 e2)
{
}
catch(tipe_eksepsi_3 e3)
{
}
….
catch(tipe_eksepsi_n en)
{
}

3.      Try – Catch – Finally
Selain try – catch, kita dapat mendefinisikan blok try – catch dan finally yang memiliki proses yang lebih lengkap, karena pada finally kita dapat mendefinisikan kode program yang selalu dieksekusi, baik ada exception yang terjadi maupun bila tidak terjadi exception sama sekali. Bentuk umum dari blok try-catch-finally adalah sebagai berikut :

Try
{
//tulis pernyataan yang dapat mengakibatkan exception
//dalam blok ini
}

catch( )
{
//tulis aksi apa dari program Anda yang dijalankan jika ada
//exception tipe tertentu terjadi
}
. . .

catch( )
{
//tulis aksi apa dari program Anda yang dijalankan jika ada
//exception tipe tertentu terjadi
}

Finally
{
//tambahkan kode terakhir di sini
}