Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Rabu, 18 November 2015

switchboard

Tutorial membuat Switchboard


Switchboard adalah cara pembuatan menu program berupa tombol menu untuk memudahkan pengaksesan database dan agar tampilan database lebih interaktif. Dalam pembuatan interface switchboard kita dapat menggabungkan Query, Form dan Report, sehingga mempunyai Menu utama yang bisa mengakses baik Form muapun Report.
Langkah-langkah pembuatan Switchboard sebagai berikut :
1. Klik Database Tools lalu klik pilih Switchboard Manager


2. Setelah itu akan muncul kotak dialog seperti dibawah ini

Klik Yes
3. Lalu akan muncul window seperti dibawah ini
Klik Edit
4. Setelah itu beri nama untuk Switchboard anda lalu klik New untuk menambahkan menu-menu yang nantinya akan ditampilkan

5. Lalu akan muncul window Edit Switchboard Item seperti dibawah ini, 

Beri nama Menu anda lalu pilih commandnya


Untuk menampilkan Form kita pilih command Open Form in Add Mode lalu pilih Formnya, sedang untuk menampilkan Report kita pilih command Open Report lalu pilih Reportnya
Lalu Klik OK
6. Setelah semua menu kita buat klik Close, lalu Close lagi
7. Buka Switchboard kita dan lihat hasilnya

Jumat, 14 Agustus 2015

terbaru


Rapid Application Development (RAD)

 Pengertian
Rapid application development  (RAD) atau rapid prototyping adalah model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RAD menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat. Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini. Rapid application development menggunakan metode iteratif (berulang) dalam mengembangkan sistem dimana working model (model bekerja) sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan kebutuhan (requirement) user dan selanjutnya disingkirkan. Working model digunakan kadang-kadang saja sebagai basis desain dan implementasi sistem final.


Kelebihan dan Kekurangan

§  Kelebihan dari RAD :

1.    Membeli sistem yang baru memungkinkan untuk lebih menghemat biaya ketimbang mengembangkan sendiri.
2.    Proses pengiriman menjadi lebih mudah, hal ini dikarenakan proses pembuatan lebih banyak menggunakan potongan-potongan script.
3.    Mudah untuk diamati karena menggunakan model prototype, sehingga user lebih mengerti akan sistem yang dikembangkan.
4.    Lebih fleksibel karena pengembang dapat melakukan proses desain ulang pada saat yang bersamaan.
5.    Bisa mengurangi penulisan kode yang kompleks karena menggunakan wizard.
6.    Keterlibatan user semakin meningkat karena merupakan bagian dari tim secara keseluruhan.
7.    Mampu meminimalkan kesalahan-kesalahan dengan menggunakan alat-alat bantuan (CASE tools).
8.    Mempercepat waktu pengembangan sistem secara keseluruhan karena cenderung mengabaikan kualitas.
9.    Tampilan yang lebih standar dan nyaman dengan bantuan software-software pendukung.
§  Kelemahan dari RAD :

1.    Dengan melakukan pembelian belum tentu bisa menghemat biaya dibandingkan dengan mengembangkan sendiri.
2.    Membutuhkan biaya tersendiri untuk membeli peralatan-peralatan penunjang seperti misalnya software dan hardware.
3.    Kesulitan melakukan pengukuran mengenai kemajuan proses.
4.    Kurang efisien karena apabila melakukan pengkodean dengan menggunakan tangan bisa lebih efisien.
5.    Ketelitian menjadi berkurang karena tidak menggunakan metode yang formal dalam melakukan pengkodean.
6.    Lebih banyak terjadi kesalahan apabila hanya mengutamakan kecepatan dibandingkan dengan biaya dan kualitas.
7.    Fasilitas-fasilitas banyak yang dikurangi karena terbatasnya waktu yang tersedia.
8.    Sistem sulit diaplikasikan di tempat yang lain.
9.    Fasilitas yang tidak perlu terkadang harus disertakan, karena menggunakan komponen yang sudah jadi, sehingga hal ini membuat biaya semakin meningkat.

3. Incremental Model.

Dalam model Incremental ini proses pengerjaan perangkat lunak akan dilakukan perbagian sehingga bagian selanjutnya akan dikerjakan setelah bagian awal telah selesai dan selanjutnya sampai menghasilkan perangkat lunak yang lengkap dengan semua fungsi yang diperlukan dan pengerjaan perangkat lunak berakhir. Sebelum pengerjaan perangkat lunak akan dilakukan perancangan arsitektur software sebagai kerangka dalam pengerjaan perbagian.

Kelebihan incremental model :
  1. Resiko yang rendah pada pengembangan sistem.
  2. Mengutamakan fungsi-fungsi pada sistem perangkat lunak sehingga kemudahan pemakaian sistem yang paling di utamakan. 
  3. Tahap awal adalan dasar dari pembuatan tahap berikutnya (dikerjakan secara terurut).
  4. Cocok digunakan bila pembuat software tidak banyak/kekurangan pembuat
  5. Mampu mengakomodasi perubahan kebutuhan customer. 
  6. Mengurangi trauma karena perubahan sistem. Klien dibiasakan perlahan-lahan menggunakan produknya bagian per bagian.
  7. Memaksimalkan pengembalian modal investasi konsumen.
   
Kekurangan incremental model :
  1. Hanya akan berhasil jika tidak ada staffing untuk penerapan secara menyeluruh.
  2. Penambahan staf dilakukan jika hasil incremental akan dikembangkan lebih lanjut.
  3. Hanya cocok untuk proyek dengan skala kecil.
  4. kemungkinan tiap bagian tidak dapat diintegrasikan. 

5. Spiral Model.

Spiral model adalah model proses yang pendekatannya bersifat realistis pada software besar karena proses dari awal sampai proses pengiriman dan perbaikan dapat dipahami dnegan baik oleh clieent dan developer. Model ini mempunyai rangkaian kerja yang iterasi (peningkatan pada model) awal yang berbentuk prototype dan kemudian iterasi selanjutnya akan menjadi perkembangan dari model sebelumnya. Model ini dapat terus digunakan meskipun software sudah dikirimkan karena proses (siklus)dapat berputar lagi jika ada perubahan pada software sampai tidak ada permintaan perupbahan pada software oleh client.
 Kelebihan model Spiral :
  1. Setiap tahap pengerjaan dibuat prototyping sehingga kekurangan dan apa yang diharapkan oleh client dapat diperjelas dan juga dapat menjadi acuan untuk client dalam mencari kekurangan kebutuhan.
  2. Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
  3. Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak komputer. 
  4. Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses.
  5. Menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiap keadaan di dalam evolusi produk.
  6. Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan memasukkannya ke dalam kerangka kerja iteratif.
  7. Membutuhkan pertimbangan langsung terhadp resiko teknis sehingga mengurangi resiko sebelum menjadi permaslahan yang serius.
   
Kekurangan model Spiral :
  1. Banyak konsumen (Client) tidak percaya bahwa pendekatan secara evolusioner dapat dikontrol oleh kedua pihak. Model spiral mempunyai resiko yang harus dipertimbangkan ulang oleh konsumen dan developer.
  2. Memerlukan tenaga ahli untuk memperkirakan resiko, dan harus mengandalkannya supaya sukses.
  3. Belum terbukti apakah metode ini cukup efisien karena usianya yang relatif baru.
  4. Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yang serius jika resiko mayor tidak ditemukan dan diatur.
  5. Butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma ini menuju kepastian yang absolute.

4. Win Win Spiral Model

Dalam win win spiral model yang merupakan ekstensi dari spiral model, tim pengembang dan pelanggan akan melakukan diskusi dan negosiasi terhadap requirement-nya. Disebut win win karena merupakan situasi kemenangan antara tim pengembang dan pelanggan. Yang membedakan antara win win spiral model dan spiral model adalah setelah selesai mendapatkan feed back dari pelanggan, tim pengembang aplikasi dan pelanggan akan kembali melakukan negosiasi untuk perkembangan aplikasi tersebut.

Kelebihan :

1.Sama sama adanya kesepakatan developer dengan customer
2.Terdapat kepuasan dan keuntungan antara developer dengan customer karena aplikasi yang dijalankan dengan negoisasi sesuai kesepakatan
3.Sangat efektif untuk digunakan karena kesepakatan antara developer dengan customer sama-sama disepakati sehingga tidak akan menimbulkan ketidak puasan customer
Kekurangan :
1.Membutuhkan waktu yang cukup lama 
2.Seringkali pada awalnya customer dengan developer mengalami kecekcokkan pada saat negoisasi

Component-based Development Model

 Component-based development model sangat berkaitan dengan teknologi berorientasi objek. Pada pemrograman berorientasi object, banyak class yang dibangun dan menjadi komponen dalam suatu software. Class-class tersebut bersifat reusable yang artinya dapat digunakan berulang-ulang karena model ini bersifat iteratif.


Kelebihan

  •     Menggunakan model reuse pada komponen yang sudah mewakili kebutuhan umum.
  •     Pengurangan waktu siklus pengembangan.
  •     Penurunan yang signifikan dalam biaya pengembangan proyek.
  •     Peningkatan yang signifikan dalam produktivitas.
  •    Pembangunan software dengan menggunakan komponen yang sudah tersedia dapat menggunakan komponen COTS (Commercial off-the-shelf) yang bisa didapatkan dengan membeli komponen yang sebelumnya sudah dibangun secara internal.

kekurangan























 Formal Method

Teknik formal method adalah teknik yang mengandalkan perhitungan matematika dalam setiap prosesnya. Hanya digunakan pada sistem yang sangat memperhatikan keamanan atau keselamatan dari pengguna. Contoh penggunaan teknik ini adalah aerospace engineering.

- Keuntungan menggunakan teknik formal method adalah meminimalkan resiko dengan adanya perhitungan komputasi.

- Sedangkan kerugiannya adalah:
(a) Biaya Tinggi.
(b) Kompleks
(c) Tidak Umum untuk Proyek Software pada umumnya


  1. Fourth Generation Techniques/Model Teknik Generasi ke-4/4GT

a
Istilah Fourth Generation Techniques (4GT) mencakup seperangkat peralatan perangkat lunak yang berfungsi sebagai perangkat bantu yang memudahkan seorang pengembang software mengaplikasi beberapa karakteristik software pada tingkat yang tinggi, yang akan menghasilkan source code dan object code secara otomatis sesuai dengan spesifikasi (persyaratan khusus) yang dibuat oleh sang pengembang perangkat lunak.
Dewasa ini, 4GT tools dipakai sebagai bahasa non prosedur untuk DataBase Query, Pembentukan laporan (Report Generation), Manipulasi data, Definisi dan interaksi layar (screen), Pembentukan object dan source (Object and source generation ), Kemampuan grafik yang tinggi, dan Kemampuan spreadsheet.

Kelebihan model ini adalah pengurangan waktu dan peningkatan produktivitas yang besar.

Kekurangan model ini adalah kemungkinan akan sulit memanfaatkan alat bantu/peralatan/tools 4GT dibandingkan dengan menggunakan bahasa pemrograman yang konvensional, selain itu terdapat juga masalah dalam hal kode sumber yang tidak efisien. Di samping itu, pemeliharaan sistem software besar yang dikembangkan oleh 4GT juga masih sedang dalam proses pengkajian.

Jumat, 07 Agustus 2015

tugas

Pengantar informasi teknologi Software
1 . Perangkat lunak sistem adalah suatu istilah generik yang merujuk pada jenis perangkat lunak komputer yang
mengatur dan mengontrol perangkat keras sehingga perangkat
lunak aplikasi dapat melakukan tugasnya. Ia merupakan bagian
esensial dari sistem komputer.


 Perangkat lunak yang kegunaannya lebih banyak ditujukan untuk operasional komputer:·   Sistem operasi (Windows, linux, MacOS,dll) ·   Penerjemah bahasa pemrograman (compiler/interpreter). (C, Java, C++, C# compiler dll)

1.Jenis Software berdasarkan Aplikasi-nya:1. Perangkat Lunak Sistem (Sistem Software)
Sekumpulan program yang ditulis untuk kepentingan program lain
contoh : editor, driver dan lain-lain

2. Perangkat Lunak Waktu Nyata (Real Time Software)
Suatu perangkat lunak yang berfungsi mengendalikan, memonitor atau menganalisis kejadian (event) yang terjadi pada keadaan nyata (seketika).
contoh: Mesin ATM (Automatic Teller Machine) bank, sistem informasi saham, pemesanan tiket pesawat terbang, beberapa mobil berteknologi EFI

3. Embedded Perangkat lunak yang ditanam pada suatu chip (EEPROM).
Perangkat lunak ini terintegrasi dengan perangkat keras dan berfungsi mengatur kinerja dari perangkat keras tersebut.
contoh : microwave oven, telpon genggam, pengaturan avionik pesawat udara, dan lain-lain.

4. Perangkat Lunak Komputer Pribadi (Personal Computer Software)
Banyak digunakan pada aplikasi yang bersifat perorangan
contoh : pengolah kata, spreadsheet, game, DBMS dan lain-lain.

5. Perangkat Lunak Intelegensia Buatan (Artificial Intelligent Software)
Dibuat dengan menggunakan teknik algoritma non-numerik untuk memecahkan masalah yang kompleks, digunakan dalam bidang aplikasi kecerdasan buatan
contoh : game, expert sistem, neural network, dan lain-lain






B. Ruang Lingkup PL


lingkup PL dapat digambarkan sebagai berikut : 

  • Software requirements berhubungan dengan spesifikasi kebutuhan dan pe

    rsyaratan perangkat lunak.
  • Software design mencakup proses penentuan arsitektur, komponen, antarmuka, dan karakteristik lain dari perangkat lunak.
  • Software construction berhubungan dengan detil pengembangan perangkat lunak, termasuk algoritma, pengkodean, pengujian, dan pencarian kesalahan. 
  • Software testing meliputi pengujian pada keseluruhan perilaku perangkat lunak.
  • Software maintenance mencakup upaya-upaya perawatan ketika perangkat lunak telah dioperasikan.
  • Software configuration management berhubungan dengan usaha perubahan konfigurasi perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
  • Software engineering management berkaitan dengan pengelolaan dan pengukuran RPL, termasuk perencanaan proyek perangkat lunak.
  • Software engineering tools and methods mencakup kajian teoritis tentang alat bantu dan metode RPL.
  • Software engineering process berhubungan dengan definisi, implementasi,pengukuran, pengelolaan, perubahan dan perbaikan proses RPL.
  • Software quality menitikberatkan pada kualitas dan daur hidup perangkat lunak